KEPEMIMPINAN
Dosen Pembimbing: Ns. Andriyani Mustika, S.Kep dan TIM
KELOMPOK 6
1. Nining Setyowati (SK.109.122)
2. Norma Farisda (SK.109.123)
3. Nur Maulidda (SK.109.136)
4. Nur Renna Rahmawati (SK.109.137)
5. Pungkas (SK.109.148)
6. Purwanto (SK.109.149)
7. Ratna Yulia Sari (SK.109.155)
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
STIKES KENDAL
TAHUN AKADEMIK 2010-2011
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
Manajemen merupakan suatu proses dalam menyelesaikan pekerjaan pada orang lain. Pada dasarnya manajemen secara umum tidak jauh berbeda pada manajemen keperawatan yang berfokus pada perilaku manusia. Untuk mencapai pelayanan keperawatan yang prima dibutuhkan manajer yang yang terdidik dan keterampilan yang tinggi.
Manajemen keperawatan adalah suatu proses dalam menyelesaikan pekerjaan melalui anggota staff keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan secara profesional.
Kepemimpinan dalam keperawatan merupakan penerapan pengaruh dan bimbingan yang ditujukan kepada semua staf keperawatan untuk menciptakan kepercayaan dan ketaatan sehingga timbul kesediaan melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien.
Untuk dapat melakukan hal tersebut di atas, baik atasan maupun bawahan perlu memahami tentang pengelolaan kepemimpinan secara baik, yang pada akhirnya akan terbentuk motivasi dan sikap kepemimpinan yang profesional.
- Tujuan Penulisan
Memeberikan gambaran tentang leadership dalam kepemimpinan untuk menunjang pelayanan kesehatan yang paripurna.
BAB II
PEMBAHASAN
- Kasus
Perawat gery setiap hari selalu datang terlambat dan suka membolos, perawat caca kerjanya selalu bersolek dan tidak mau menyentuh pasien, hal ini yang menjadikan kondisi bangsal rapi tidak nyaman karena tidak ada koordinasi yang baik pimpinan, dari kepala ruang selalu tidak ada di ruangan sementara ketua TIM sibuk dengan agenda ruangan. Selesaikan konsep lidership yang dapat di terapkan di bangsal rapi.
A. Identifikasi masalah
- . Perawat Gery setiap hari selalu datang terlambat dan membolos
- . Perawat Caca kerjanya selalu bersolek dan tidak mau menyentuh pasien-9
- . Tidak ada koordinasi yang baik dari pimpinan
- . Kepala Ruang selalu tidak ada di ruangan
- . Ketua TIM sibuk dengan agenda ruangan
B. Landasan teori
1. Pengertian kepemimpinan
2. Teori – teori kepemimpinan
3. Gaya kepemimpinan
4. Peran pemimpin
5. Kriteria pemimpin yang baik
6. Peran dan fungsi kepala rung sebagi pemimpin
C. PENYELESAIAN KASUS
Hubungan kerja diantara perawat dan personil lain, pasien dan keluarga dapat menimbulkan potensial konflik. Dalam hal ini manajer perawat harus menguasai bagaimana mengelola konflik. Penyebab-penyebab konflik termasuk prilaku menentang, stress, ruangan yang penuh sesak, kewenangan dokter, serta ketidak cocokan nilai dan sasaran.
Konflik dapat dicegah atau diatasi dengan disiplin, mempertimbangkan tahap kehidupan, komunikasi termasuk mendengarkan secara aktif, penggunaan lingkaran kualitas dan ketetapan tentang latihan asertif bagi manajer perawat.
Manajemen konflik menjaga meluasnya konflik, membuat kerja lebih produktif, dan dapat membuat konflik sebagai kekuatan yang positif dan membangun. (Swanbrug, Russe, C. 2000)
D. KONSEP DASAR LEADERSHIP
Ø PENGERTIAN
Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).
Pemimpin adalah inti dari manajemen. Ini berarti bahwa manajemen akan tercapai tujuannya jika ada pemimpin. Kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai keahlian memimpin, mempunyai kemampuan mempengaruhi pendirian/pendapat orang atau sekelompok orang tanpa menanyakan alasan-alasannya. Seorang pemimpin adalah seseorang yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama (Panji Anogara, hal: 23).
Ø TEORI KEPEMIMPINAN
Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkaji sejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secara efektif serta menunjang kepada produktifitas organisasi secara keseluruhan. Dalam karya tulis ini akan dibahas tentang teori dan gaya kepemimpinan.
Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain :
a) Teori Kepemimpinan Sifat (Trait Theory)
Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ”The Greatma Theory”. Dalam perkembanganya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik, mental, dan kepribadian.
Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain :
1. Kecerdasan
Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas kecerdasan rata – rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya.
2. Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial
Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.
3. Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi
Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien.
4. Sikap Hubungan Kemanusiaan
Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya
b) Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi
Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal.
1. Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti : membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan.
2. Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat , bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai.
Jadi, berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula.
c) Teori Kewibawaan Pemimpin
Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.
d) Teori Kepemimpinan Situasi
Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.
e) Teori Kelompok
Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya.
- Ø GAYA KEPEMIMPINAN
Gaya kepemimpinan adalah pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai suatu tujuan.
Ada empat macam gaya kepemimpinan yang telah dikenal yaitu otokratis, demokratis, partisipatif dan laissez faire (Gillies, 1996).
- Otokrasi
- Demokratis
- Partisipatif
- Laissez faire
Dalam keempat gaya kepemimpinan di atas memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Setiap gaya kepemimpinan bisa efektif dalam situasi tertentu tetapi tidak efektif dalam situasi lainya.
Faktor yang menetukan efektifitas gaya kepemimpinan secara situasional meliputi: kesulitan atau kompleksitas tugas yang diberikan, waktu yang tersedia untuk menyelesaikan tugas, ukuran unit organisasi, pola komunikasi dalam organisasi, latar belakang pendidikan dan pengalaman pegawai, kebutuhan pegawai dan kepribadian pemimpin (Gillies, 1996).
Ø PENDEKATAN KEPEMIMPINAN
Secara umum, kita mengenal 3 pendekatan, yaitu kepemimpinan untuk memimpin suatu unit organisasi, yaitu pendekatan berdasarkan sifat (traits theory), pendekata berdasarkan perilaku kepemimpinan (behavior theory), dan pendekatan berdasarkan situasi (contingency theory).
1. Berdasarkan sifat
Pendekatan kepemimpinan berdasarkan sifat seseorang dapat dilakukan dengan cara :
§ Membandingkan sifat – sifat dari mereka yang menjadi pemimpin dan mereka yang bukan pemimpin.
§ Membandingkan sifat – sifat dari pemimpin yang efektif dan pemimpin yang tidak efektif.
Sifat – sifat pemimpin yang diharapkan dari pendekatan ini antara lain:
a. Selalu antusias
b. Mengenal dirinya sendiri
c. Waspada
d. Mempunyai rasa percaya diri yang kuat
e. Merasa bertanggung jawab
f. Mempunyai rasa humor
2. Berdasarkan perilaku
Intisari dari pendekatan kepemimpinan berdasarkan perilaku seperti di bawah ini :
a. Teori ini menjelaskan perilaku pemimpin yang membuat seseorang menjadi pemimpin yang efektif.
b. Pemimpin yang efektif ialah pemimpin yang menggunakan cara – cara yang dapat mewujudkan sasarannya. Misalnya, dengan mendelegasikan tugas, mengadakan komunikasi yang efektif, motivasi bawahannya, dan melaksanakan control.
3. Berdasarkan situasi
Pendekatan ini membahas hubungan antara pemimpin dan situasi. Terdapat 3 variabel situasional yang dapat membantu gaya kepemimpinan yang efektif, yaitu :
a. Hubungan atasan dengan bawahan
b. Struktur tugas yang harus dikerjakan
c. Posisi kewenangan seseorang
Pendekatan berdasarkan situasi dapat dimanifestasikan sebagai berikut:
a. Dapat memberi perintah yang akan dilaksanakan
b. Menggunakan saluran yang sudah ditetapkan
c. Menaati peraturan
d. Disiplin
e. Mendengarkan informasi dari bawahan
f. Tanggap terhadap situasi
g. Membantu bawahan (Suarli, S. 2002)
- Ø PERAN PEMIMPIN
a. Menetukan tujuan pelaksanaan kerja yang realitis, dalam artian kuantitas, kualitas, dan keamanan.
b. Melengkapi para karyawan atau pegawai dengan sumber – sumber dana yang di perlukan untuk menjalankan tugasnya.
c. Mengomunikasikan kepada para karyawan tentang apa yang di harapkan dari mereka.
d. Memberikan reward / intensif yang sepadan untuk mendorong prestasi
e. Mendeklerasikan wewenang apabila di perlakukan dan mengundang partisipasi apabila memungkinkan (Suarli, S. 2002)
- Ø KRITERIA PEMIMPIN YANG BAIK
Kriteria menjadi seorang pemimpin salah satunya adalah seorang pemimpin harus mampu untuk memimpin pegawai (perawat) untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna dan harus mampu menjembatani antara tenaga kesehatan dengan klien. Pemimpin yang berkualitas harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Mempunyai keinginan untuk menerima tanggung jawab
2. Mempunyai kemampuan untuk persepsi introspektif
3. Mempunyai kemampuan untuk menentukan prioritas
4. Mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi (Suarli. S. 2002)
- Ø PERAN DAN FUNGSI KEPALA RUANG SEBAGAI PEMIMPIN
Kepala ruangan adalah seorang tenaga perawatan professional yang diberi tanggung jawab dan wewenang dalam mengelola kegiatan pelayanan keperawatan disatu ruang rawat atau klinik
a. Persyaratan Kepala Ruangan
Merujuk dari pedoman uraian tugas tenaga perawatan di RS (depkes, 1994) persyaratan kepala ruangan adalah : Pendidikan minimal sarjana muda atau lulusan DIII Keperawatan Memiliki pengalaman sebagai pelaksana perawatan 2-3 tahun. Memiliki sertifikat kursus manajemen keperawatan Memiliki kemampuan kepemimpinan Berwibawa Sehat
b. Tanggung jawab Kepala Ruang
Secara administrasi dan fungsional bertanggung jawab kepada kepala bidang perawatan melalui kepala seksi perawatan. Secara teknis medis operasional, bertanggung jawab kepada dokter penanggung jawab/ dokter yang berwenang/ kepala UPF
c. Tugas pokok Kepala Ruangan
Mengawasi dan mengendalikan kegiatan pelayanan keperawatan diruang rawat/ klinik yang berada di wilayah tanggung jawabnya.
d. Fungsi Kepala Ruangan
Menentukan standart pelaksanaan kerja. Memberi pengarahan ketua tim Supervisi dan evaluasi tugas staf
e. Uraian Tugas :
1. Perencanaan :
· Menunjuk ketua tim yang bertugas diruangan masing-masing.
· Mengikuti serah terima klien dari shift sebelumnya.
· Mengidentifikasi tingkat ketergantungan klien : gawat, transisi dan persiapan pulang bersama ketua tim.
· Mengidentifikasi jumlah perawat yang dibutuhkan berdasarkan aktifitas dan kebutuhan klien bersama ketua tim, mengatur penugasan dan penjadualan.
· Merencanakan jumlah dan jenis peralatan keperawatan yang diperlukan sesuai kebutuhan.
· Merencanakan strategi pelaksanaan keperawatan.
· Mengikuti visite dokter untuk mengetahui kondisi, patofisiologi, tindakan medis yang dilakukan, program pengobatan dan mendiskusikan dengan dokter tentang tindakan yang akan dilakukan terhadap klien.
· Mengatur dan mengendalikan Asuhan keperawatan : Membantu pengembangan staf : pendidikan dan latihan dll
· Merencanakan bimbingan terhadap peserta didik keperawatan
2. Pengorganisasian :
Ø Merumuskan metode/ sistim penugasan yang digunakan.
Ø Merumuskan tujuan sistim/ metoda
Ø Membuat rincian tugas ketua tim dan anggota tim secara jelas
Ø Membuat rentang kendali : kepala ruangan membawahi 2 ketua tim dan ketua tim membawahi 2-3 perawat
Ø Mengatur dan mengendalikan tenaga keperawatan : membuat roster dinas, mengatur tenaga yang ada setiap hari dll
Ø Mengaturr dan mengendalikan situasi lahan praktik
Ø Mendelegasikan tugas saat kepala ruang tidak berada ditempat kepada ketua tim
Ø Memberi wewenang kepada tata usaha untuk mengurus administrasi klien
Ø Mengatur penugasan, jadwal pos dan pekarya
Ø Mengidentifikasi masalah dan cara penanganan
3. Pengarahan :
Ø Memberi pengarahan tentang penugasan kepada ketua tim
Ø Memberi pujian kepada anggota tim yang melaksanakan tugas dengan baik
Ø Memberi motivasi dalam meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap
Ø Menginformasikan hal-hal yang dianggap penting dan berhubungan dengan asuhan keperawatan klien
Ø Melibatkan bawahan sejak awal hingga akhir kegiatan
Ø Membimbing bawahan yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugasnya
Ø Meningkatkan kolaborasi dengan anggota tim lain
4. Pengawasan :
Ø Melalui komunikasi : mengawasi dan berkomunikasi langsung dengan ketua tim maupun pelaksana mengenai asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien
Ø Melalui supervisi : Mengawasi peserta didik dari institusi pendidikan untuk memperoleh pengalaman belajar sesuai tujuan program pendidikan yang telah ditentukan oleh institusi pendidikan
Ø Evaluasi : mengevaluasi upaya/ kerja pelaksana dan membandingkan dengan rencana keperawatan yang telah disusun bersama ketua tim
Ø Melaksanakan penilaian terhadap upaya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dibidang perawatan
Ø Melaksanakan penilaian dan mencantumkannya kedalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan pegawai (DP3), bagi pelaksana perawatan dan tenaga lain diruang rawat/ klinik yang berada dibawah tanggung jawabnya, untuk berbagai kepentingan (kenaikan pangkat/ golongan dan melanjutkan pendidikan)
Ø Mengawasi dan mengendalikan pendayagunaan peralatan perawatan serta obat-obatan secara efektif dan efisien
Ø Mengawasi pelaksanaan sistim pencatatan dan pelaporan kegiatan asuhan keperawatan serta mencatat kegiatan lain diruang rawat/ klinik.
BAB III
PENUTUP
- Simpulan
Kepemimpinan merupakan penggunaan ketrampilan seorang pemimpin (perawat) dalam mempengaruhi perawat-perawat lain yang berada di bawah pengawasannya untuk pembagian tugas dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan sehingga tujuan keperawatan tercapai
Seorang pemimpin keperawatan tidak akan berhasil melakukan fungsinya apabila tidak memiliki kemampuan mengatur waktu, mengendalikan stress baik yang dialaminya maupun orang lain (bawahan), dan juga mengatasi konflik yang terjadi baik internal maupun eksternal, baik individual, maupun kelompok (managing time, stress, and conflict). Kepemimpinan dalam keperawatan memerlukan seseorang yang memiliki kriteria ini.
- Saran
Kriteria menjadi seorang pemimpin salah satunya adalah seorang pemimpin harus mampu untuk memimpin pegawai (perawat) untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna. dan harus memperhatikan tentang pembagian kerja, pendelegasian tugas, koordinasi,dan manajemen waktu.
DAFTAR PUSTAKA
Suarli, S, Bachtiar, Yayan. 2002. Manajemen Keperawatankatan Dengan Pendekatan Praktik. Jakarta : Erlangga.
Kuncoro, Agus. 2010. Buku Ajar Manajemen Keperawatan. Yogyakarta : Numed Swanburg Swanbrug, Russel C. 2000. Kepemimpinan & Manajemen Keperawatan. Jakarta. EGC
Brown, Montague. 1997. Manajemen Perawatan Kesehatan. Jakarta : EGC

